Sunday, May 22, 2005
Ulasan Kecil: Tunggu Teduh Dulu



Tajuk Buku: Tunggu Teduh Dulu
Penulis: Faisal Tehrani
Penerbit: Penerbitan Selain
Dibeli Di: www.se-lain.com

Watak Utama:
1. Salsabila Fahim, Kamil, Lam Ping Hai dan Sazli.
2. Teh Sofia dan Dendy.
3. Mak Cik, Shahruzzaman dan Mimi.

Tentang Apa Buku Ini:
Cerita tentang Salsabila Fahim dan teman rapatnya Teh Sofia gigih mengusahakan ladang betik. Mak Cik yang sakit, Shahruzzaman yang liar. Dihimpit pula desakan kasih yang ditagih oleh Kamil mula-mulanya dan kemudian datang pula Lam Ping Hai atau Saifullah. Sarat dengan dugaan ujian dan perasaan.

Apa Yang Saya Suka:
Bahasa Faisal Tehrani macam air sungai menderu laju berlagu tapi menenangkan. Ada banyak isi-isi yang mengisi rohani. Juga, perihal betik dijelaskan dengan mendalam dan penuh teliti. Kawan saya kata; "Pandai Faisal berbicara bagi pihak perempuan."

Apa Yang Saya Tidak Suka:
Awal sesudah membaca buku ini, saya sedikit kecewa. Sebab jalan ceritanya tipikal kisah cinta, dan watak Salsabila Fahim terlalu diberatkan dengan terlalu banyak dugaan. Ini komen saya secara peribadi. Mungkin sebab saya menyangka hasil tulisan yang sama macam 1515 atau 1511H Kombat. Tapi kawan-kawan saya yang baca semuanya suka buku ini dari kulit ke kulit.

Kalau Anda Suka Buku Ini, Anda Mungkin Suka Buku-Buku Lain:
1. Cinta Hari-Hari Rusuhan oleh Faisal Tehrani
2. Naluri oleh Mohd Nazir Saad
3. Lambaian Huda oleh Mohd Nazmi Yaakub

Posted at 02:05 am by achik
Comments (1)

Tuesday, May 03, 2005
Koleksi Shaharom T.M Sulaiman

Keanehan Dan Keunggulan Buku

Click for larger version of journal entry picture...

Sesetengah individu berperilaku aneh terhadap buku, seperti John Stewart yang berwasiat supaya dia dikuburkan bersama buku-bukunya. Manakala Isac Volmer dan Theodore Rinking sanggup memakan buku. Dalam era terkini, pakar kesihatan Inggeris telah berjaya menyembuhkan penyakit tertentu dengan menggunakan buku.
Keanehan dan Keunggulan Buku menghimpunkan tulisan penulis tentang keupayaan buku dan perpustakaan dalam mempengaruhi kehidupan manusia. Antara yang menarik diperkatakan ialah membaca sebagai terapi, adab menjaga dan menghormati buku, kuasa sihir novel Harry Potter, kisah penjenayah buku, buku-buku yang mengubah dunia, perpustakaan digital komersial, pengurusan pusat sumber sekolah pada alaf baru, si idiot's lawan si dummies, sentuhan Amazon.com dan mimpi buruk penerbitan novel-E.
Menerusi buku ini, khalayak akan dapat mengikuti perkembangan hayat buku dengan segala keanehan dan keunggulannya, dari zaman tradisional hinggalah era digital. Sejarah membuktikan bahawa buku merupakan indeks kepada kecemerlangan dan keintelektualan bangsa. Bahkan tahap kemajuan sesuatu bangsa ditentukan oleh tahap kemajuan industri bukunya. Kecintaan terhadap buku mendorong penulis untuk melahirkan karya ini bagi tujuan menyedarkan serta mengembalikan minat kepada sesiapa jua yang pernah membaca agar terus membaca.

Buku Kekasih

Click for larger version of journal entry picture...

Adat orang berkasih, tika berjauhan gundah-gulana, menghitung waktu bilakah dapat bersua. Kala di sisi, segenap jiwa bernyanyi ria. Kekasih hadir mengubat banyak perkara.
Begitu ibaratnya jika buku menjadi kekasih. Sentiaa mengerti dan memberikan harapan. Acap kali manusia dikecewakan sesama manusia. Tetapi buku tidak pernah mengecewakan walau bagaimana sekalipun "dia" dilayan. Dia kekasih abadi bagi yang mengerti.




Apa Ada Dengan Buku

Click for larger version of journal entry picture...

Ya, ada apa dengan buku? Seperti cinta suci yang tulus, buku ada segalanya. Menjadi teman paling sabar, guru yang bijaksana dan jendela yang luas. buku menawarkan ilmu, pengalaman juga bujukan buat mengisi kalbu, memperkaya pengetahuan, mempertajam minda, menguja nuansa.




Posted at 04:28 pm by achik
Comments (1)

Totto-Chan: The Little Girl at the Window

Click for larger version of journal entry picture...

This engaging series of childhood recollections tells about an ideal school in Tokyo during World War II that combined learning with fun, freedom, and love. This unusual school had old railroad cars for classrooms, and it was run by an extraordinary man-its founder and headmaster, Sosaku Kobayashi--who was a firm believer in freedom of expression and activity.
In real life, the Totto-chan of the book has become one of Japan's most popular television personalities--Tetsuko Kuroyanagi. She attributes her success in life to this wonderful school and its headmaster.

The charm of this account has won the hearts of millions of people of all ages and made this book a runaway bestseller in Japan, with sales hitting the 4.5 million mark in its first year.


Posted at 04:27 pm by achik
Comments (6)

Tales of Ogonshoto

Click for larger version of journal entry picture...

(Tales of Ogonshoto ) exemplifies Anwar Ridhwan at his best in terms of stories or tales told, and in terms of his craftsmanship. The collection contains ten short stories, excluding the "Prologue" and "Epilogue" .The "Prologue" tells the story of Kawai Maru, a ship plying the ocean around the Republic of Ogonshoto. Kawai Maru is peopled by the captain, Mr. Kawai, and his many sailors. In this floating island, they entertain themselves by recounting the tales they heard when on shore, or the tales which their mothers told them, which, now, in the wide expanse of water, they recall and retell to their friends. The collection ends with an "Epilogue" , aptly entitled "Tsunami" -a tsunami which occurred, affected and forever changed the many lives on board (not only) Kawai Maru but another ship, as described in short story number ten, entitled "The Ship" .

Each of this short story stands independently as its own unique story .But the stories are also linked and interlinked by being geographically located within the Republic of Ogonshoto. In this collection Anwar Ridhwan revels in being a master story-teller.

Anwar went back to the basics of telling a story. The stories are simple, with simple, straightforward themes of power, the abuse of power, of love and lust, of human survival and the strength of the human spirit as it confronts all odds.

These stories are, on a simplified level, then told in a simple, straightforward manner of cause and effect. Or so it seems. For embedded and deeply structured within this seeming simplicity lies Anwar's mastery and interpolation of his sophisticated craftsmanship. It would seem that in this collection, tales and the method of telling meet, merge and empower each other in varying degrees of parallel and contrapuntal juxtapositions.

Always the leitmotif seems to be about power and how it can be used or abused, as the case might be. The stories in the collection almost always have an interesting twist which makes the reader ponder and wonder about what has happened and how or why it happened the way it happened. Like watching an interesting, all-consuming play, the reader would want to find out how the next story will be, not only in terms of the tale but also of how the tale is going to be told.

Contents

Prologue - Kawai Maru
1. Colonial
2. The General
3. A Disguise
4. Iceberg
5. The Game
6. The Interpreter
7. The Vulture
8. Fingers
9. The Camera
10. The Ship
Epilogue - Tsunami


Posted at 04:27 pm by achik
Comments (3)

Wednesday, April 13, 2005
Gelora Jiwa ~ Aisya Sofea

Gelora Jiwa
~  Aisya Sofea

~ Alaf 21 Sdn Bhd
~ 404 mukasurat
~ rm 17.00

Sinopsis

Siapa kata setia tak mungkin berlaku curang? 
Siapa menduga kasih takkan bertukar menjadi benci?

Katakan sejujurnya, bagaimana harus disukat bahagia jika dalam hati Intan Azureen, berkocak dilanda asmara.

Seraut wajah tenang itu, tiba-tiba berubah menyimpan seribu luka.  Keluh resahnya sekadar melunakkan hati yang duka.  Bagaimana harus dijelaskan, setianya bukan lagi untuk Hanif Azman tunangnya.  Tapi, kasihnya sudah berpaling jauh pada Hanif Ashman dalam sekelip mata!

Siapa merampas dan siapa yang dirampas?  Siapa yang berhak dan siapa pula yang tak punya hak?  Intan Azureen lemas di tengah-tengah kekusutan.  Dia harus teguh memegang janji wasiat; membina rumah tangga dengan lelaki pilihan keluarga.

Atas desakan keluarga melawan kehendak hati, dia harus membuat pilihan yang tepat.  Hanif Ashman satu mimpi.  Hanif Azman pula satu realiti.  Tapi mimpi itu juga yang sentiasa membayangi hidupnya.  Ah, sukarnya menidakkan takdir sedangkan cintanya hanya untuk Hanif Ashman seorang.  Jadi, bagaimana?

Dia tekad dilema ini harus dinoktahkan. Siapapun yang terpilih, dia akur akan melimpahkan kejujuran sepenuh hati.  Tapim siapakah antara mereka yang bakal mengongsi hidupnya sepanjang hayat?

-------------------------------------------------------
I am such a sucker for a love story.  Hahaha!  An enjoyable read.  Yes, I know, I was having an overdose of Norhayati Berahim, so Aisya Sofea was defintely a change.  Very simple plot.  Interesting and hilarious introduction.  Scene that could happen in our everyday life.  Where a 'playboy' old man menggatal while Girl was waiting for the bus to move.  In desperation and panic, Girl grabbed the first youngman who steps in the bus, and pretends to scold Boy for being late. 

After the initial surprise, Boy fells in love (at first sight) with Girl.  And subtlely manuevers into Girl's life.  Girl however, truthfully says she has a fiance'.  Boy figures that for as long as Girl is not yet married, he still has a chance to win her heart and hand in marriage.

Twist in the story when Boy finds out that Girl's fiance' is in fact his younger brother.  Boy also has an adopted child.

I wont tell you the ending.  Hehehe..

And another thing.. call me a snob, if you wish.. but where the characters speaks english.. there was no grammer errors or bahasa rojak.

~~
I imagined Faizal Hussein as Hanif Azman.  And that guy (the boy cousin) in the drama Rafflesia to be Hanif Ashman.  Azean Irdawaty as their mother or Mak Long.  Rita Rudaini can be the heroine.

Posted at 05:08 am by k.WyNn
Comments (3)

Monday, March 28, 2005
The Bookseller of Kabul - Asne Seierstad

Kisah benar tentang keluarga penjual buku di Afghanistan. Penulis menulis dari apa yang diceritakan kepadanya sepanjang dia tinggal bersama keluarga ini.

Sultan Khan, pemilik 3 kedai buku di Afghanistan. Telah melalui pelbagai zaman, sehingga ketika Taliban memerintah negara tersebut. Buku2 nya di koyak, di bakar oleh askar2 yang buta huruf, semuanya kerana arahan pihak atasan yang mengeluarkan perintah bahawa apa sahaja yang mempunya gambar harus dibuang dan di bakar. Setelah beberapa kali perkara sebegini berlaku, Sultan Khan mula menyembunyikan buku2 yang berharga dan hanya akan menjual kepada orang yg benar2 dipercayai.

Diceritakan tentang keluarga Sultan Khan. 2 isterinya, 4 anaknya, ibunya, adik2 nya, ipar duai, kesemua mereka tinggal sebumbung kerana seolah adat bagi mereka sekeluarga tinggal sebumbung.

Buku ini juga banyak bercerita tentang wanita2 Afghanistan yang memakai burka(tutup seluruh muka) semasa era pemerintahan Taliban tetapi apabila jatuhnya Taliban, kebanyakan dari mereka membuang burka. Ada juga diceritakan adat perkhwinan selepas jatuhnya Taliban, di mana tarian dan muzik di mainkan(tidak dibenarkan semasa era Taliban).

Apabila membaca buku ini, saya agak risau apabila memikirkan apakah yang difikirkan oleh mereka yang bukan beragama Islam. Sebabnya, buku ini seolah menggambarkan yang perempuan tidak boleh buat decision sendiri, segala keputusan di putuskan oleh ketua rumah dan ibu. Contohnya dalam hal perkahwinan, terima atau tidak satu pinangan itu di putuskan oleh Sultan Khan sendiri. Lagi satu contoh, apabila isteri pertama Sultan Khan, Sharifa hendak menjadi guru, dia tidak boleh bekerja apabila anak lelakinya yg dlm lingkungan 20 tahun tidak membenarkan dia bekerja. Di sini nampak peranan wanita hanya sebagai ibu dan uruskan rumah.

Jadi, pemahaman orang lain terhadap wanita Islam seolah Islam itu tidak elok kerana memperlakukan wanita seperti itu padahal mcm di Malaysia, kita di beri kebebasan sepenuhnya. Tapi itu la, terdapat banyak buku yang memperlihatkan wanita Islam sebegini. Mungkin kerana tidak ada penulis yang ingin menulis tentang wanita sebegini. Kan bagus kalau penulis2 Melayu yang asyik menulis kisah cinta mampu menulis tentang gambaran sebenar wanita Islam dengan menjadikan wanita di Malaysia sebagai contoh?

Apa2 pon, buku ini tidaklah prejudis terhadap Islam malah ada part Al-Fatihah di terjemahkan. Terdapat juga pandangan masyarakat Islam terhadap Salman Rushdie dan kisah anak Sultan Khan ketika melawat Makan Saidina Ali.

Buku yang bagus dan lain sebab ini gambaran sebuah keluarga yg unik, bukan gambaran masyarakat Afghanistan itu sendiri. Keluarga yang educated, tentang cita2 Sultan Khan untuk membina empayar buku, membuat saya lebih faham tentang mereka.

Posted at 12:52 pm by AiSkRiM
Make a comment

Tuesday, March 22, 2005
MAGICIAN - RAYMOND E.FEIST

Seharian cuba menghabiskan buku ini.

Ketika melihat tajuk buku ini, saya sangka ceritanya penuh dengan magic, ala2 Harry Potter atau pun buku2 Philip Pullman tetapi bila dah baca, berbeza. Ada magic, tetapi itu bukan fokus buku ini.

Buku ini mengisahkan tentang Crydee, sebuah kingdom. Keamanan terganggu apabila sebuah kapal terhempas di pantai Crydee. Saat menandakan serangan dari makhluk asing. Makhluk asing di sini bukanlah alien yg mcm ET tetapi makhluk dari dunia lain. Dunia yg berbeza. Mereka menyerang untuk mendapatkan besi, yg tiada di dunia mereka.

Duke Borric, pemerintah Crydee bersama dua puteranya, Pug(apprentice to Kulgan, a magician), Kulgan, Tomas(rakan baik Pug, a soldier-to-be), serta beberapa org lagi mula mengembara, menuju ke negara2 lain, untuk mendapatkan bantuan bagi melawan Tsurani(makhluk asing tuh).

Sepanjang perjalanan itu, pelbagai rintangan yg mereka alami dan tempuhi. Dlm perjalanan ini juga, Tomas terpaksa ditinggalkan ketika mereka di serang di mines yg dimiliki Dwarf. Seterusnya mereka menyerang Tsurani di mana Pug pula hilang dari pandangan. Pug rupanya menjadi slave di dunia Tsurani.

Pelbagai adventure yg di ceritakan di dalam buku ini. Pada saya, buku ini seperti LOrd Of the Rings, kisah tentang peperangan, tentang elves, dwarfs, magic cuma yang bezanya, di sini tiada cincin pemusnah. Tetapi magic, di mana di dunia Tsurani, magician amat di hormati tetapi lain di bumi Crydee.

Ada juga part buku ni mcm nak skip je sbb bosan tapi baca gak, sbb kang x tau citer. Apa2 pon, bila dh abis baca, rasa tak puas. Rasa nak baca sambungannya. Nak tahu apa akan jadi.

Masa baca, in my mind, scene2 tu ada yg saya imagine ala2 mcm citer LOTR.

Hmm... kena bagitau nih, tulisan kecik, buku tebal, there r times walau mcm mana rasa interesting citer tu, ada gak rasa nak tido.. hehehe.

Aper2 pon, best juge buku nih!

Posted at 06:36 pm by AiSkRiM
Comments (1)

Thursday, March 10, 2005
Interlok - Abdullah Hussain


INTERLOK
Abdullah Hussain
Dewan Bahasa dan Pustaka (1996)
ISBN 983-62-5578-8


Sebuah karya yang tulus dan menarik dari sasterawan negara, Abdullah Hussain.

Novel ini berkisar kepada corak masyarakat rakyat Malaysia melibatkan intergrasi kaum terbesar iaitu Melayu, Cina dan India.

Terbahagi kepada empat bab utama - Keluarga Seman, Keluarga Cing Huat, Keluarga Maniam, dan Interlok. Tiga bab teratas menceritakan bagamana kesemua keluarga hidup dan berkembang dlm pelbagai rentasan zaman.

Bab Keluarga Seman menggambarkan cara hidup tipikal Melayu yg sentiasa mahu jadi tuan tanpa memikirkan kesan jangka panjang sehinggakan sanggup berhutang keliling pinggang - biar papa asal bergaya, rajin berkerja tetapi takut untuk menerima perubahan dan menghadapi cabaran besar seperti dalam bidang pendidikan. Lemah lembut dan bangsa yg berbudi pekerti tetapi adakalanya sampai membiarkan diri dipijak orang.

Bab Keluarga Cing Huat mendedahkan kita pada sikap orang Cina yang memang berbakat dalam bidang perniagaan, tamak dan pentingkan diri sendiri. Bercita-cita tinggi dan penuh dengan muslihat. Namun, mereka sangat pentingkan ikatan kekeluargaan dan percaya pada semangat nenek moyang.

Bab Keluarga Maniam pula mencerminkan kehidupan orang India dengan ladang getah sebagai pekerjaan majoriti. Rela menjadi hamba kerana sedar merantau di negeri orang. Berpegang teguh pada janji dan jujur. Keras hati dan cepat mempercayai orang lain. 

Bab ke-empat, Interlok, menemukan dan menggabungkan ketiga-tiga keluarga dalam satu situasi yg tidak dijangkakan.


Walaupun kita sudah tahu latar belakang ketiga-tiga masyarakat besar ini, tetapi Abdullah Hussain berjaya membuatkan saya membaca sehingga penghujungnya. Corak penulisannya terus (straight-forward), mudah dan jelas. Semua cerita (peristiwa) yang diceritakan dalam buku ini menarik dan fakta-fakta digambarkan secara fiksyen.

Interlok memenangi hadiah penghargaan Peraduan Mengarang Novel 10 Tahun Merdeka tahun 1967.

Sebuah hasil penulisan yg lama tetapi tidak dimakan zaman! Selamat membaca :)




 

Posted at 03:44 pm by Aan Andes
Make a comment

Saturday, February 12, 2005
The God of Small Things - Arundhati Roy

tangan saya bergetar perlahan, degup jantung saya deras. saya mengusap muka saya perlahan. sehingga hari ini, the god of small things adalah pengalaman paling buruk saya membaca buku. malah, beberapa kali dalam usaha saya menamatkan helaian bacaan saya, yang kadang-kadang sebelum waktu tidur saya, saya dijenguk mimpi-mimpi yang kelam sesudah itu.

terlalu berlebihankah saya mendeskripsi pengalaman membaca saya? jika begitu, tidak dapat tidak saya maka terpaksa bersetuju dengan komen sara nelson seperti yang ditulis oleh daphne lee.

"You’ll find it irresistible when Nelson says something that describes exactly how you feel about reading and books. For example, have you ever tried, in vain, to make someone (usually not a book lover) understand why you like a particular title? “Explaining the moment of connection between a reader and a book to someone who’s never experienced it is like trying to explain sex to a virgin,” says Nelson with witty empathy."

rahel dan eshta, ambassador elvis pelvis dan ambassador stick insect. ini cerita rasa dan perasaan, manusia dan kemanusiaan. buruk pengalaman saya bukan kerana buruk jalan ceritanya. tapi sedih dan kejamnya, mencengkam hati saya pembaca. terlalu, terlalu, dan terlalu. menyentap buhul hujung tangkai hati saya. sesedar saya tamat halaman akhir, tangan saya bergetar perlahan, degup jantung saya deras. saya mengusap muka saya perlahan.

buku ini sememang layak gondol anugerah booker prize, walaupun seadanya saya tidak tahu anugerah itu untuk apa.

Posted at 05:20 am by achik
Comments (3)

Sunday, January 30, 2005
KL Di Mana Suamiku ~ SriDiah

Kuala Lumpur Di Mana Suami Ku
~ SriDiah
~ Alaf 21 Sdn Bhd
~ 524 mukasurat
~ rm 19.90

Sinopsis

Saat Matamu
Ingin ku tatap
Mana Diri mu
Dapat kudakap

Sesekali bukan tidak terlintas diruang fikiran, apakah perkahwinan itu satu percaturan?  Pernah ditanya pada diri, harga sebuah kasih sayang, sebuah kesetiaan.  Sudah puas dia menjadi isteri yang baik pada seorang suami yang bernama Nazril.  Lelaki yang berpura, lelaki yang tidak tahu menilai erti setia.

Perlukah diturut kata hati, mencurah rasa kasih pada lelaki yang bukan suami.  Menderhakakah dia, jika dalam kesepian menyambut salam seorang Baha, yang baik dan penyayang.  Dia sebenarnya penasaran; antara membuat pilihan, antara membuat keputusan.  Lantas wanita yang bernama Natasya itu dalam dilema, diburu resah.

Ada kesal, ada bimbang, ada kemarahan yang datang dan pergi.  Dan hatinya sering bertanya, sampai bila segalanya akan ada penyudah...
_________________________________________________________

After reading Selamat Malam Tan Sri, rasa malas jugak nak continue dengan buku karya SriDiah. Tapi dek sebab buku-buku ni saya pinjam dari kakak, saya gagahi lah jugak.

I am glad I did.  I kinda like the way she writes this time.  Masih ada 'terover' bab kerja-kerja sebagai journalist dan bekerja di sebuah publishing company, tapi I guess she feels secure that she will not make mistakes in what she does and does best.  I also like the way she gives each chapter a two-liner sajak/pantun.  Not easy to put feeling using less than 10 words.

Anyway, storyline memang good and strong.  Story about a marriage that started off very well, bak fairy tale, but deteriorated when the hubby (Nazril) gila talak and terbayang EX wife.  Natasya, the new wife is a convert and like any normal woman dreams of a marriage that would last forever and ever.  But when the husband started to disappear, she finds solace in a friend, named Baha.

I wont spoil your reading by telling you what happens.  Get the book and read.  Nice.

p/s  Kali ni, I terbayang Janet Khoo lakunkan watak Natasya.  Heheh..

Posted at 11:52 pm by k.WyNn
Comments (1)


Previous Page

Next Page











<< July 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




Contact Me



rss feed


Blogdrive